Share ke Media Sosialmu :

Pembahasan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka

🗓️ September 1, 2025 ✍️ zalminhaza@gmail.com 📂 pembelajaran

1. Pengertian Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran mendalam (deep learning) dalam konteks pendidikan bukan hanya terkait teknologi kecerdasan buatan (AI), tetapi lebih pada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendasar, bermakna, dan berkelanjutan.
Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam dimaknai sebagai proses belajar yang:

  • Mendorong siswa memahami konsep inti (big ideas), bukan sekadar hafalan fakta.
  • Mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata (kontekstual).
  • Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

2. Prinsip Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka menekankan pada student-centered learning dengan memberi ruang bagi pembelajaran mendalam. Prinsip-prinsipnya meliputi:

  • Berbasis kompetensi: Fokus pada capaian pembelajaran (CP), bukan pada tumpukan materi.
  • Berorientasi pada esensi: Mengupas materi inti secara lebih dalam daripada banyak materi permukaan.
  • Berpikir tingkat tinggi (HOTS): Mengajak peserta didik menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
  • Reflektif: Mengajak peserta didik mengevaluasi pengalaman belajar dan menarik makna dari proses belajar.

3. Implementasi dalam Kurikulum Merdeka

Pembelajaran mendalam dapat diintegrasikan dalam Kurikulum Merdeka melalui:

  • Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
    Peserta didik mengerjakan proyek lintas disiplin yang mendorong eksplorasi masalah nyata, kolaborasi, serta solusi kreatif.
  • Pendekatan Inkuiri dan Discovery Learning
    Siswa diarahkan untuk bertanya, meneliti, mengeksplorasi, dan menemukan konsep sendiri.
  • Pembelajaran Diferensiasi
    Guru menyesuaikan strategi, konten, dan asesmen sesuai kebutuhan serta minat siswa agar semua bisa belajar secara mendalam.
  • Integrasi Teknologi
    AI, Big Data, atau bahkan deep learning dalam arti teknologi dapat digunakan untuk simulasi, analisis data, dan personalisasi pembelajaran.

4. Contoh Praktik Deep Learning

  • Matematika: Bukan sekadar menghafal rumus, tetapi memahami konsep persamaan linear melalui permasalahan ekonomi sederhana (contoh: perhitungan laba-rugi).
  • IPA: Bukan hanya menghafal organ tumbuhan, tetapi meneliti pertumbuhan tanaman dalam proyek hidroponik di sekolah.
  • IPS: Mengkaji perubahan sosial di lingkungan sekitar melalui wawancara warga, bukan hanya membaca buku teks.
  • P5: Membuat kampanye digital tentang pengelolaan sampah berbasis penelitian lingkungan sekolah.

5. Manfaat Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka

  • Membentuk siswa yang berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah kompleks.
  • Mendorong kemandirian belajar dan rasa ingin tahu.
  • Membantu siswa memahami keterkaitan antar disiplin ilmu.
  • Menumbuhkan karakter dan kompetensi abad 21 sesuai Profil Pelajar Pancasila.

6. Tantangan dan Strategi

Tantangan:

  • Kesiapan guru dalam mengubah pola mengajar dari teaching to test menjadi teaching for understanding.
  • Keterbatasan fasilitas dan waktu dalam menggali materi lebih mendalam.
  • Variasi kemampuan siswa yang beragam.

Strategi:

  • Pelatihan guru berkelanjutan tentang pedagogi mendalam dan teknologi pendidikan.
  • Penggunaan metode kolaboratif dan proyek nyata.
  • Penerapan asesmen formatif untuk memantau pemahaman siswa secara berkelanjutan.

📌 Kesimpulan
Pembelajaran mendalam (deep learning) pada Kurikulum Merdeka adalah pendekatan yang berfokus pada pemahaman esensial, kontekstual, dan bermakna. Dengan prinsip diferensiasi, proyek nyata, dan orientasi pada Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga tangguh, berkarakter, dan relevan dengan tantangan abad 21.


Komentar

Tinggalkan Komentar