Share ke Media Sosialmu :

In-House TRaining (IHT) Penggunaan Google Flow untuk membuat media pembelajaran yang Interaktif

🗓️ Oktober 21, 2026 ✍️ zalminhaza@gmail.com 📂 Uncategorized

Uraian Kegiatan In-House Training (IHT) Penggunaan Google Flow untuk Membuat Media Pembelajaran yang Interaktif

Kegiatan In-House Training (IHT) Penggunaan Google Flow untuk Membuat Media Pembelajaran Interaktif. Merupakan salah satu upaya SMP Negeri 4 Kadatua meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi digital. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran.

Guru diajak memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran. Hasilnya pembelajaran menjadi lebih menarik, kreatif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik. Program ini juga menekankan praktik langsung melalui simulasi, contoh kasus, dan evaluasi berbasis AI untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan IHT ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang pesat. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran. Tetapi juga harus mampu mengembangkan media pembelajaran sesuai karakteristik, kebutuhan, dan gaya belajar peserta didik.

Melalui pelatihan ini, guru diharapkan memanfaatkan Google Flow sebagai alat bantu. Alat ini membantu mengeksplorasi ide, mengembangkan konten visual, dan menghasilkan media pembelajaran inovatif. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, guru dapat menyesuaikan strategi belajar mengajar.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru SMP Negeri 4 Kadatua. Suasana pelatihan terlihat aktif dan kolaboratif. Peserta berorientasi pada praktik yang dapat diterapkan di kelas. Dokumentasi kegiatan mencatat dinamika belajar yang responsif. Para guru ikut serta dalam demonstrasi dan simulasi pembelajaran.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, peserta pelatihan berlangsung di ruang kelas. Mereka menggunakan perangkat digital seperti laptop dan telepon genggam. Fasilitator memandu agar peserta berlatih mengatur alur penggunaan Google Flow. Hal ini membantu mereka melihat bagaimana teknologi mendukung pembelajaran. Kegiatan juga menekankan kolaborasi dalam merancang aktivitas pembelajaran.

Peserta mengenal fitur-fitur yang tersedia pada Google Flow. Mereka memahami alur penggunaan secara praktis untuk menyusun materi. Selanjutnya, mereka mempelajari cara mengembangkan gagasan pembelajaran menjadi media pembelajaran. Tujuan akhirnya adalah memudahkan peserta didik memahami materi. Proses ini juga menekankan praktik berkelanjutan untuk peningkatan kualitas. Kegiatan berfokus pada peningkatan kemampuan praktis guru dalam menyampaikan materi. Secara keseluruhan, pelatihan memperkuat penerapan Google Flow di kelas.

Pendampingan dan diskusi menjadi bagian penting agar setiap guru berkembang. Melalui diskusi, mereka menilai kebutuhan mata pelajaran yang diampu. Hal itu membantu menyesuaikan keterampilan dengan tuntutan kurikulum. Kegiatan berfokus pada peningkatan kemampuan praktis guru dalam menyampaikan materi. Secara keseluruhan, pelatihan memperkuat penerapan Google Flow di kelas.

Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu merancang media pembelajaran. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Media dirancang untuk memperjelas konsep sulit, menyajikan materi secara visual, dan menciptakan pengalaman belajar menyenangkan.

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mendukung penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning). Pembelajaran itu menekankan berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan IHT ini juga menjadi sarana untuk membangun budaya belajar bersama di lingkungan sekolah. Para guru didorong untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, memberikan masukan terhadap media yang dikembangkan, dan berkolaborasi dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunitas belajar guru serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.

IHT dan Penerapan Kurikulum Merdeka

Pelaksanaan IHT ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Ia memberi ruang bagi guru mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Selanjutnya, penggunaan teknologi, termasuk Google Flow, perlu disesuaikan dengan capaian pembelajaran. Tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta ketersediaan sarana dan prasarana sekolah juga dipertimbangkan.

Guru juga diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak, memperhatikan ketepatan informasi, hak cipta, keamanan data. Etika penggunaan kecerdasan buatan juga penting dalam kegiatan pendidikan.

Pada akhirnya, kegiatan In-House Training ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 4 Kadatua. Kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital diharapkan semakin berkembang sehingga mampu menghasilkan media pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan interaktif. Dengan semangat “Guru Hebat, Pembelajaran Bermakna”, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan pendidik yang inovatif dan profesional serta mendukung terwujudnya peserta didik yang berkarakter, unggul, berakhlak, inovatif, dan berbudaya bangsa.

Komentar

Tinggalkan Komentar